cerita dari tanah indonesia timur

Minggu malam, 9 Juni 2013. Penulis tersadarkan akan banyak nikmat yang telah diberikan oleh Allah. Bagaimana tidak, penulis terlahir dari keluarga islam, kondusif untuk belajar, dan diberi fasilitas banyak. Les persiapan seleksi PTN tinggal minta, dan jarak tempat les hanya 4 menit dgn motor.Ya, di malam ini seorang kerabat facebook menceritakan betapa susahnya mendapatkan tempat untuk mempersiapkan studi dari SMA. mereka merelakan pergi dari tanah kelahirannya ke jawa untuk mempersiapkan seleksi masuk univ tujuannya. berikut penulis beri percakapan langsung dari kerabat facebook tsb, untuk privasi penulis beri nama “cenderawasih” untuk siswa papua. dan “bima” untuk siswa NTB.

gini, ibarat roda berputar temen ku namanya si Cenderawasih
dia itu anak dari orang mampu lah
dia sama kayak aku
sering nyari barang brand-brand’an sama-sama.. ga ragu buat ngeluarin duit
nah sampai saat seminggu sebelum UN ayahnya diobname
kena serangan jantung
tapi beberapa hari kemudian beliau baika
dan setelah un hari terakhir.. selang satu jam dari un mata pelajaran kimia tiba-tiba kabar duka muncul
ayah si Cenderawasih meninggal
Cenderawasih itu ngedaftar itb juga sama kayak aku
tapi aku masih pesimis kalo keterima di itb bakal ngambil enggak soalnya kan biayanya cuy
nah beda kalo si Cenderawasih emang ayahnya udah nyuruh masuk itb
nah setelah ayahnya meninggal Cenderawasih udah ga minat masuk itb, dia mulai berpikir gimana caranya tetep lanjut kuliah dan biayanya ga banyak
akhirnya dia ikutin semua tes PT yang ikatan dinas
pergi ke manokwari, terus ke makassar sendiri.. nginep ditemen dia lakuin
tapi sayang dia ga tembus stis
tapi ada kabar kalo stt pln itu kedinasan dan ngebuka tes
akhirnya dia ikut dan sekarang dia tembus
aku belajar banyak sih dari dia, dia orangnya cepet banget berubah.. ga larut dalam kesdihan
dia mulai berhenti foya-foya
yah menurutu dia itu panutan yang paling keren sih
dia rela kesana kemari sendirian cuman buat ikutan tes kedinasan
aku beruntung sih punya temen yang bisa dijadiin panutan
oia  Cenderawasih itu anak osn komputer
dia yang sering jalan sama aku dan Bima
pas di jkt
kalo kamu mau tahu contoh lain itu si Bima loh
dia skrg di yogya, ngekos didaerah kaliurang..
tau gak, ternyata anak itu udah juara astronomi dari 2 smp. piaga penghargaannya banyak banget
dia di jogja sendiri
demi wujudin impiannya agar lulus sbmptn dan diterima di itb
dia kan udah dari tanggal 29 april di yogya buat ngambil bimbel neutron
dia 2x tes upn tapi gagal.. dan aku salute-nya sama fajar dia ga nyerah
dia masih yakin sama sbmptn
yah kita doain aja supaya si fajar bisa gabung bareng kita di
Bima masih berjuang sampai skrg di
Ya begitulah mereka, berjuang dalam fasilitas minim. ketidak seragaman pendidikan di indonesia lah yang membuat mereka ingin sekali ke jawa. tapi apa daya SDM di sana yang sangat berbeda karena fasilitas yang diterima jauh kurang dari jawa, membuat mereka harus berjuang sangat keras untuk lolos seleksi. ya, padahal menurut seorang guru yg tlh mengajar olimpiade internasional :
rata2 iq anak sana lebih tinggi dari anak jawa
Sungguh ironis, bila kecerdasan mereka terbengkalai karena ketidakseragaman fasilitas.
ya Akhir kata, bagi orang jawa yang dengan mudah mendapatkan akses pendidikan, gunakan lah sebaik baiknya nikmat yang dikaruniakan ke dirimu. Banyak orang kurang beruntung yang tidak mendapatkan akses pendidikan seperti kalian. dan bagi pemerintah, ayo kita bangun indonesia timur lebih baik.🙂

Dilema Memilih SMP

Seragam putih dan celana merah, tak terasa telah kusam. Ya, sudah lama penulis pakai seragam ini. dan sekarang sudah kelas VI. ya kelas terakhir di sekolah dasar ini. sekolah dasar kecil yang terletak di pinggir pinggiran kota Surabaya, yang terletak di pinggir kali yang penuh dengan biawak, yang dekat dengan sawah yang kini berubah dengan perumahan, yang hanya terdiri dari 77 siswa se angkatan. walau begitu, banyak kenangan indah disana. dengan segala ketulusan guru mengajar kami, kesederhanaan murid-muridnya, dan penuh cerita itulah terkadang membuat nyaman sekolah disini. Walaupun memang terkadang penulis di bully karena tidak bisa sepak bola ataupun pernah kepala penulis dipukul dengan botol minum yang tebal oleh teman penulis karena tidak memberi contekan saat ulangan. haha. itu menjadi kenangan tersendiri bagi penulis.

ya kembal ke judul artikel ini,  sudah sewajarnya seorang anak yang kecil kebingungan mencari tempat melanjutkan sekolahnya. Awal kelas VI, penulis tidak terpikir untuk memilih Smp. Saat itu rasanya dunia ini hanya menjalankan perintah orangtua. ya, saat itu rasanya hidup penuh diatur. Ya, dalam kondisi tak mengerti apa-apa orangtua mendaftarkan penulis di sebuah SMP swasta bernama SMP Muhammadiyah 5 Surabaya. dalam kondisi tak berdaya pula(?) penulis mengikuti seleksi masuk SMP tsb dan alhamdulillah saya diterima di SMP tsb.  Dan kehidupan di kelas Vi SD pun berlanjut.  Di akhir kelas VI diadakan sebuah ujian akhir yang dikelola pemerintah kota, yang dinamakan Unasda ( Ujian nasional daerah). Sebenarnya sampai saat ini bingung, kenapa dinamakan ujian nasional daerah? . sepertinya itu bukan urusan penulis. Setelah beberapa minggu, hasil ujian pun diumumkan. Alhamdulillah, penulis memperoleh nilai terbaik di sekolah walaupun sebenarnya nilai tersebut sangat rendah dibandingkan yang terbaik di kota ini (rio pradana, 37 an , maks 40). Prestasi tsb membuat orangtua teman saya, dan teman-teman  saya menyarankan untuk melanjutkan sekolah di SMP terbaik di kota ini, SMP Negeri 1 Surabaya.

 

smpn1

SMP Negeri 1 Surabaya, penulis tidak pernah melihat sekolah nya, ataupun mendengarnya sebelumnya. Dan dalam kondisi yang tidak berdaya pula (?), orangtua penulis mendaftarkan penulis di sekolah negeri tersebut di pilihan pertama dan SMP Negeri 16 Surabaya di pilihan kedua. Entah kenapa orangtua penulis menginginkan SMP Negeri 16 itu. Dulu pendaftaran sekolah negeri tak seperti sekarang yang serba online, dulu pendaftar harus mendaftar secara offline untuk menyerahkan berkas di SMP pusat rayon berdasarkan asal SD. Ya, bisa dibayangkan betapa banyak orangtua dan murid berdesak desak an untuk mendaftar kan putra putrinya. ya itu yang penulis, dan ibu penulis rasakan. desak-desakan, panas-panasan dalam antrian. dan pada akhirnya penulis tidak kuat bertahan dan penulis keluar antrian. meninggalkan ibu penulis di antrian tersebut. Setelah beberapa jam menunggu, akhirnya ibu penulis selesai dan mengajak penulis pulang.

Tak terasa sudah beberapa minggu setelah desak desakan itu, dan tibalah pengumuman penerimaan siswa baru SMP Negeri secara online. Dan Alhamdulillah penulis diterima di SMP Negeri 1 Surabaya. Saat itu teman-teman, guru-guru, orangtua teman-teman pun bahagia mendengarnya karena hanya 2 orang saja dari sekolah penulis yang diterima disitu. 2 orang itu adalah penulis, dan teman penulis bernama aziis dwi wicaksono. Hal tersebut berbanding terbalik dengan orangtua penulis, terutama ayah penulis. Beliau tetap menginginkan anaknya untuk bersekolah di SMP Muhammadiyah 5, alasannya agar penulis bisa kuat agamanya. ya, entah kenapa saat itu penulis sangat marah, sangat kecewa, bagaimana tidak? penulis dan ibu penulis rela berdesak-desak, panas-panasan, dan penulis hampir pingsan dalam antrian pendaftaran tersebut. Penulis sempat ngambek (marah gak mau ngomong) sama ayah penulis karena tidak memperbolehkan sekolah di SMP Negeri 1 Surabaya. Tapi apa daya, penulis pun mengiyakan perintah orangtua dan saat itu penulis bilang ke orangtua penulis:

Sekarang gak papa swasta, tapi pas SMA gak papa negeri loh ya

Dan alhamdulillah orangtua penulis mengiyakan. Dan kehidupan SMP pun berlangsung. Dan Alhamdulillah pada akhirnya penulis bersyukur bisa sekolah di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya. karena disini penulis bertemu guru yang sangat tulus dan inspiratif.  ya mungkin lebih baik penulis melanjutkan di artikel berikutnya. tapi yang penting yang penulis camkan,

Turuti lah orangtua, walau terkadang keinginannya tidak sesuai dengan keinginanmu, tapi orangtua selalu ingin yang terbaik untuk anaknya

kembali dalam kegelapan (halah)

halo .

uda lama sejak tahun 2010 tidak mampir ke sini. hha. selama 3 tahun ini banyak kejadian kejadian yang ingin penulis share ke dunia. semoga pengalaman-pengalaman yang penulis ceritain bisa menjadi inspirasi yang lain. karena jujur saya penulis banyak mendapatkan inspirasi dari para blogger🙂

UNAS 2010

wih,…. ini yang kedua kali nya aku mengikuti UNAS,…,.. ternyata betul yg dikatakan sm guru2 smp ku kalo try out UNAS itu lebih susah ketimbang UNAS yang sebenarnya… Walau pun begitu,,.. pada pelajaran b.inggris sm matematika aku ad beberapa soal yang susah,,.. haha,…

semoga unas kali ini mendapatkan nilai yang memuaskan…,.. amien,….

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!